Saham bir dki kian memanas

45 sec read

Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal memicu polemik di tengah masyarakat. Pasalnya, Perpres tersebut mengizinkan investasi minuman beralkohol atau minuman keras dan minuman alkohol yang terbuat dari anggur. Sebelumnya, minuman keras tersebut masuk dalam bidang usaha Daftar Negatif Investasi (DNI).

Kondisi saham pemprov DKI pada PT Delta Djakarta Tbk, produsen bir merek Anker. Pemprov DKI mempunyai saham 26,25% di perusahan tersebut. Sementara saham mayoritas dimiliki oleh San Miguel Malaysia Pte Ltd dan sisanya saham publik 15,41%.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berupa untuk melepas saham Pemprov DKI Jakarta dari perusahaan tersebut kepada publik. Hal ini sesuai dengan janji kampanye Anies-Sandiaga Uno pada Pilkada Serentak 2017 lalu.

“Saham PT Delta itu memang kita akan upayakan, kita akan jual kembali. Karena itu menjadi bagian dari visi dan misi, janji kampanye Anies-Sandi,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/3/2021).

Namun, kata Ariza, untuk melepaskan saham milik Pemprov DKI Jakarta dari perusahaan tersebut, membutuhkan proses dan tahapan. Apalagi, kata dia, penjualan saham tersebut harus mendapatkan persetujuan DPRD DKI Jakarta.

“Harus mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi DKI Jakarta. Kami terus mengajukan dan meminta agar mendapatkan dukungan dari teman-teman DPRD untuk dapat menyetujui apa yang ingin kami terkait penjualan saham PT Delta,” tandas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *